18 Tahun DPD RI: Api LaNyalla Untuk Indonesia

Senin, 3 Oktober 2022 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPD RI AA. Lanyalla Mahmud Mattalitti,(Doc:DETIK Indonesia)

Ketua DPD RI AA. Lanyalla Mahmud Mattalitti,(Doc:DETIK Indonesia)

Oleh: Muliansyah Abdurrahman Ways, Komite Kadin Indonesia, Pegiat Demokrasi & Politik Lokal

1 oktober 2004 hingga 1 oktober 2022, genap 18 tahun Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mengarungi lautan daerah dari Papua hingga Aceh, membatangi proses perjalanan bangsa hingga menganjak remaja dan ikut serta berkonstribusi Indonesia menuju 100 tahun kedepan. Beranjak remaja, 18 tahun sebagai bagian dari pemikiran, rekomendasi, aspirasi dan menjadi kesimbangan politik daerah dan nasional.

Bukan waktu yang singkat, tetapi kehadiran DPD RI adalah sebagai penyeimbang politik nasional yang sangat demokratis dan aspiratif daerah, tentu juga melihat politik nasional yang sedikit lupa akan aspirasi politik daerah yang kontekstual dan kompleksitas. Sedikit melihat spirit DPD RI sebelum terbentuk sebagaimana di tulis oleh Jimly Asshiddiqie dalam bukunya Perkembangan & Konsolidasi Lembaga Negara Pasca Reformasi (Penerbit Sinar Grafika, hal.119. tahun 2012). Bahwa Pembentukan Dewan Perwakilan Daerah semula dimaksudkan dalam rangka mereformasi struktur parlemen Indonesia menjadi dua kamar (bicameral) yang terdiri atas DPR dan DPD.

Tentu struktur bicameral itu diharapkan proses legislasi dapat diselenggarakan berdasarkan double-check yang memungkinkan representasi kepentingan seluruh rakyat secara relative dapat disalurkan dengan basis social yang lebih luas. DPR merupakan cermin representasi politik (political representation), sedangkan DPD mencerminkan prinsip representasi territorial atau regional (regional representation).

Walaupun gagasan terbentuknya DPD ini sudah sejak era berdirinya NKRI dengan Gagasan yang pernah dikemukakan oleh Moh. Yamin dalam rapat perumusan UUD 1945 oleh badan penyidik usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Namun saat itu tentu mekanisme politiknya berbeda dengan berdinya tahun 2004 hingga kini, dan semangat serta cita – cita berdirinya DPD ini , Pertama; Memperkuat ikatan daerah-daerah dalam wadah negara Kesatuan Republik Indonesia dan memperteguh persatuan kebangsaan seluruh daerah.

Baca Juga :  LaNyalla Imbau Masyarakat Cermati Penawaran Haji Furoda

Kedua, Meningkatkan agregasi dan akomodasi aspirasi dan kepentingan daerah-daerah dalam perumusan kebijaksanaan nasional berkaitan dengan negara dan daerah. Dan ketiga, Mendorong percepatan demokrasi, pembangunan, dan kemajuan daerah secara serasi dan seimbang. (A.M. fatwa, 2009). Semangat inilah melandasi berdiri kokohnya lembaga yang disebut DPD RI, yang akhirnya berumur masuk keremajaan menuju lembaga yang mulai dewasa dan memiliki semangat yang kuat untuk kepentingan bangsa dan Negara.

*Api LaNyalla Untuk Indonesia*

Era Ketua DPD RI AA. Lanyalla Mahmud Mattalitti adalah era tonggak perjuangan merebut satu semangat yang di dengungkan bersama dengan semangat “Dari Daerah Untuk Indonesia”, kepercayaan diri para tokoh daerah yang diamanahkan menduduki kursi senator dari setiap daerah menjadi bagian dari semangat bersama rakyat Indonesia di seluruh daerah.

Baca Juga :  Refleksi Akhir Tahun: Pencabutan IUP Mengganggu Iklim Investasi, Tidak Memberikan Kepastian Hukum dan Berusaha Bagi Dunia Usaha Pertambangan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari DETIKIndonesia.co.id. Mari bergabung di Channel Telegram "DETIKIndonesia.co.id", caranya klik link https://t.me/detikindonesia, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Muliansyah Abdurrahman Ways
Editor :
Sumber :

Berita Terkait

Wujudkan Budaya Politik Bersih dan Beretika dalam Pesta Demokrasi
Aksi Jumat Berkah, Bunda Indah Serukan untuk Memilih Pemimpin yang Ikhlas
Selamatkan Generasi Muda Papua Dari Ancaman Bahaya Alkohol Dan Narkoba
Apa Sandiaga Uno Ingin Menciptakan Mafia Sambil Menghancurkan Industri Pariwisata?
Bersama Ribuan Rakyat Medan, Bunda Indah: Mereka Loyal dan Ikhlas pada Prabowo
Perdana Terjun ke Masyarakat, Bang Iim Traktir Makan Bakso Warga Kartini
Kritik Debat Ketiga, Bunda Indah: Anies Perusak Karakter, Prabowo Rendah Hati
Pemimpin Rohani Harus Memiliki Hati Seorang Bapa

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 22:44 WIB

Yusril: Kecurangan Pilpres Selesaikan di MK Bukan Dengan Hak Angket DPR

Jumat, 23 Februari 2024 - 20:07 WIB

NasDem Jadi Oposisi, Surya Paloh: Kita Siap di Segala Kondisi

Jumat, 23 Februari 2024 - 19:31 WIB

Real Count KPU Capai 75,26%: Anies 24,06%, Prabowo 58,89%, Ganjar 17,05%

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:56 WIB

Pasca Kisruh Diduga Antar Tim Sukses Caleg di Langkat, Polisi Tangkap 12 Pelaku Perusakan dan Kekerasan

Jumat, 23 Februari 2024 - 12:09 WIB

Pelepasan Peserta Wisata Rohani, Bupati Freddy Thie: Titip Doa Untuk Tanah Kaimana

Jumat, 23 Februari 2024 - 09:37 WIB

Ketua Tim Relawan Muhammad Thorig Kasuba Optimis Menuju Senayan

Jumat, 23 Februari 2024 - 08:20 WIB

Kalapas Labuha Tepis Isu Pungli Ini Penjelasannya

Jumat, 23 Februari 2024 - 08:04 WIB

Istri Mendiang Usman Sidik, Siap Bertarung di Pilkada Halmahera Selatan 2024

Berita Terbaru

Foto: Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (Dok. Istimewa/Detik Indonesia)

Nasional

NasDem Jadi Oposisi, Surya Paloh: Kita Siap di Segala Kondisi

Jumat, 23 Feb 2024 - 20:07 WIB