75 Tahun HMI Untuk Indonesia (Pilihan Politik Kanan, Politik Tengah dan Politik Kiri)

Senin, 7 Februari 2022 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Muliansyah Abdurrahman Ways

Penulis Adalah: Entrepreneur, Pegiat Demokrasi dan Politik Lokal

Bertebaran ribuan flayer, video, foto, catatan hingga tulisan dari berbagai latar belakang, tokoh hingga masyarakat biasa, yang intinya adalah satu per satu mencoba menghadirkan dirinya sebagai kader, alumni, pengurus, tokoh, kolega hingga patner dan biasa juga tampil sebagai bagian dari momentum penting peristiwa ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa HMI bisa kita jadikan romantisme masa lalu berdirinya HMI dan Indonesia yang penuh inspiratif, bisa juga di masa transisi HMI dan cerita HMI ingin dibubarkan oleh oknum penguasa saat itu, atau peran HMI di masa Angkatan 66 menuju era orde baru, atau juga kita menarasikan para tokoh intelektual HMI dari generasi Lafran Pane, Generasi cendekiawan Cak Nur, Generasi pengusaha sukses Jusuf Kalla, Generasi Angkatan 98 hingga menuju generasi reformis dan hingga kini kita berada pada generasi HMI yang milenial di Indonesia.

Apalagi mendekati tahun politik 2022 hingga 2024, penulis yakin bahwa para politisi dan elite selalu menghebuskan momentum dalam menampilkan dirinya sebagai bagian dari keluarga besar HMI maupun bagian dari momentum sebagai warga negara Indonesia untuk memberi ucapan kepada siapa dan elemen apa saja demi kepentingan bangsa dan negara.

Baca Juga :  HMI Cabang Curup Pertanyakan Transparansi Seleksi Anggota KPU Kabupaten

Sebagaimana kita juga melihat spirit awal berdirinya HMI yang di prakarsai langsung oleh Lafran Pane, salah satu tokoh bangsa dan pahlawan nasional yang saat itu, disalah satu ruangan kuliah STI di Jalan Setiodiningratan (sekarang Panembahan Senopati), Ia adalah mahasiswa Lafran Pane yang dalam memimpin rapat dan ia katakan bahwa Hari ini Rabu tanggal 14 Rabiul Awal 1366 H, bertepatan dengan 5 Februari 1947, kita siap membentuk organisasi Mahasiswa Islam, karena persiapan yang diperlukan sudah beres. Yang mau menerima HMI sajalah yang diajak untuk mendirikan HMI, dan yang menentang biarlah terus menentang, toh tanpa mereka organisasi ini bisa berdiri dan berjalan.

Ucapan Lafran Pane akhir HMI berproses dan berumur dewasa hingga kini masuk 75 tahun Menjadi bagian dari perjuangan perjalanan bangsa, ibarat kapal NKRI adalah HMI di dalamnya menarungi batera kehidupan kapal yang sedang menuju pada satu tujuan, di dalamnya terisi ribuan dan jutaan penumpang dalam menuju satu tujuan.

Baca Juga :  PB HMI Endus Skandal Penerbitan RKAB Perusahaan Tambang Batubara

Dalam pandangan Bung Hatta pernah berkata kaderisasi dalam kerangka kebangsaan adalah kaderisasi sama artinya dengan menanam bibit. Untuk menghasilkan pemimpin bangsa di masa depan, pemimpin pada masanya harus menanam Dan setiap organisasi punya konsep kepemimpinan tersendiri yang diimplementasikan dalam jenjang pengkaderan.
Disinilah HMI mengajarkan kepada generasi masa depan, dimana HMI hadir Bersama penumpang yang lain untuk menyeimbangkan kehidupan keumatan dan keindonesiaan, HMI menjadi garda terdepan untuk kemaslahatan umat dan bangsa, HMI hadir menjadi benteng kemerdekaan Republik Indonesia dan HMI hadir dalam mencerdaskan kehidupan bangsa negara.

Akhirnya terbukti 75 tahun bakti HMI untuk Indonesia, berdiri bersama menjadi lokomotif seluruh elemen untuk kepentingan bersama. Kita juga berjumpa dengan teori yang mengedepankan seorang kader terbentuk menjadi pemimpin yakni “Leader is made and not born” (pemimpin itu dibuat atau dididik bukannya Kodrati atau dari lahir).
Teori ini berpandangan bahwa setiap orang mempunyai potensi yang sama untuk menjadi pemimpin atau bakat untuk menjadi pemimpin, hanya saja faktor lingkungan atau faktor pendukung yang mengakibatkan potensi tersebut teraktualkan atau tersalurkan dengan baik dan inilah yang disebut dengan faktor “ajar” atau “latihan”.

Baca Juga :  Gus Yahya, HMI dan Islam Inklusif

Pandangan diatas ini menyatakan bahwa setiap orang dapat dididik, diajar, dan dilatih untuk menjadi pemimpin. Intinya, bahwa setiap orang memiliki potensi untuk menjadi pemimpin. Meskipun dia bukan merupakan atau berasal dari keturunan dari seorang pemimpin atau seorang raja, (2998, Aspizain Chaniago).

Pandangan Chaniago sangat mendasar dan bersenyawa dengan lahirnya HMI untuk Indonesia, yakni HMI membina dan mencerdaskan anak bangsa dari Sabang hingga Mareuke. 75 tahun bukan waktu yang pendek, tetapi 75 tahun adalah masa keemasan tingkat perkaderan HMI, masa – masa jayalah satu organisasi social di tingkatan mahasiswa. Olehnya itu dalam narasi ini, penulis menghadirkan HMI sebagai wadah era millennial yang dianggap mampu menghadirkan genarasi baru menuju pencerahan HMI hingga 100 tahun kedepan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari DETIKIndonesia.co.id. Mari bergabung di Channel Telegram "DETIKIndonesia.co.id", caranya klik link https://t.me/detikindonesia, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Muliansyah
Editor : Harris
Sumber :

Berita Terkait

Laki-Laki Lani dan Koteka Kobewak
Pemimpin Rohani Harus Memiliki Hati Seorang Bapa
Agama Melenyapkan Kepercayaan Asli Papua
Nahkoda DPD Wujudkan Demokrasi Bermartabat
Melawan Pikiran Negatif
Fransiscus Go dalam Survey Calon Gubernur NTT
Jodoh Maluku Utara Adalah Taufik Madjid
Anak Indonesia, Harapan Peradaban Dunia “Menyambut Bonus Demografi 2045”

Berita Terkait

Sabtu, 8 Juni 2024 - 22:42 WIB

Berpeluang Didukung PDIP, Anies: Sebuah Kehormatan yang Luar Biasa

Sabtu, 8 Juni 2024 - 22:36 WIB

Usai Diusung Maju Pilkada Jabar, Ilham Akbar Habibie Singgung Histori Keluarga

Jumat, 7 Juni 2024 - 21:14 WIB

Hasil Sidang Isbat: Idul Adha Jatuh Pada Senin 17 Juni 2024

Jumat, 7 Juni 2024 - 20:53 WIB

Gerindra Resmi Usung Pasangan Khofifah-Emil Dardak di Pilgub Jatim 2024

Kamis, 6 Juni 2024 - 21:14 WIB

Menteri Basuki Sebut Tapera Berpeluang Diundur Jika Ada Usulan dari DPR-MPR

Kamis, 6 Juni 2024 - 21:08 WIB

Korupsi Semakin Marak, PDIP Dorong Revisi UU KPK

Kamis, 6 Juni 2024 - 20:38 WIB

Dihadapan Alumni Trisakti, Menkopolhukam Dukung Transformasi Kelembagaan Trisakti

Kamis, 6 Juni 2024 - 13:34 WIB

Ketua DPD RI Nilai Penyesalan Amien Rais Terkait Amandemen 1999-2002 adalah Momentum Percepat Wujudkan Visi Prabowo untuk Kembali ke Pancasila

Berita Terbaru