ArtikelTeraju

Rekonstruksi Total: Ringkasan Manipol Partai Rakyat

DETIKINDONESIA.CO.ID, – Ikhtiar Reformasi yang kita mulai sejak 1998 bertengger di ranting rapuh. Kombinasi 3 faktor – perpetuasi tindak korupsi masif rezim kekuasaan, runtuhnya tatanan hukum karena praktek impunitas negara di bawah para bablasan Orde Baru dan retardasi wawasan politik rakyat lantaran pembodohan sistemik selama 32 tahun – menjerumuskan bangsa ini ke dalam jurang krisis multidimensi, mengarahkan kehidupan bernegara melenceng dari Pancasila dan mendorong nasib bangsa makin menjauh dari cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 1945.

Selama kurun waktu 23 tahun terakhir, Indonesia berada dalam lingkaran potret kelam: komprador kian berkuasa, kekayaan alam dikeduk habis diangkut ke luar negeri, hajat hidup rakyat dicekik atas nama mekanisme pasar bebas, kaum papa makin melarat dan penegakan supremasi hukum sama sekali tidak menyentuh rasa keadilan. Situasi negeri ini makin jumud karena sistem politik dan ekonomi dikarantina oleh kepentingan oligarki. Mereka berkomplot secara terang-terangan untuk menyandera kekuasaan.

Baca Juga :  DPD RI dan Perjuangan Kebaikan Demokrasi (Catatan Akhir Tahun 2021)

Tidak kurang dari 50 tahun, bangsa ini diberi teladan melalui pertunjukan kolosal berjudul “amoralitas” (korupsi, pelecehan hukum, pembunuhan rasa malu). Disana, nilai-nilai keadaban absen. Saat demokrasi dan korupsi bersenyawa sejak otonomi daerah bergulir tahun 1999, badai krisis yang menimpa negeri ini adalah dekadensi moral para pemimpin bangsa, setiap penyelenggara negara dan kalangan elit politik, bahkan hampir seluruh pejabat pemerintah di semua lapisan. Penyakit paling kronis yang menggerogoti jantung negeri ini adalah korupsi.

Penulis : Arvindo Noviar
Editor : Michael
Sumber :
1 2 3 4 5 6 7 8Laman berikutnya
Tetap terhubung dengan kami:
Rekomendasi untuk Anda
Komentar:

Komentar menjadi tanggung jawab Anda sesuai UU ITE

Michael Yusuf

I Can See U But U Can't See Me

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Rekomendasi untuk Anda