Di Depan Keluarga Pinrang, LaNyalla Sebut Pasal 222 MK Koyak Persatuan Bangsa

Senin, 27 Juni 2022 - 20:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DETIKINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, kembali menegaskan Mahkamah Konstitusi harus menghapus Presidential Threshold yang diatur dalam pasal 222 UU No 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Selain tidak derifatif dengan Konstitusi, pasal tersebut menjadi salah satu faktor pemicu polarisasi di masyarakat yang mengoyak semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

Oleh karena itu DPD RI sebagai Lembaga Negara yang secara resmi telah mengajukan gugatan Judicial Review ke MK terkait pasal tersebut masih menunggu sikap MK sebagai lembaga penjaga konstitusi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Apakah MK akan membiarkan Pasal 222 tersebut terus menerus menjadi pemicu polarisasi di masyarakat dan merugikan bangsa? Ataukah akan berdiri bersama rakyat Indonesia,” kata LaNyalla secara virtual dalam Pelantikan Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Pinrang (BPP KKP) 2022-2027, di Jakarta, Minggu (26/6/2022).

Baca Juga :  Perhelatan Munas KAHMI XI, Dolly Kurnia Tandjung: Jusuf Kalla Bersedia Hadir

Dijelaskannya aturan presidential threshold memaksa partai politik dipaksa bergabung untuk dapat mengusung calon. Sehingga dalam dua kali pilpres, rakyat hanya diberi dua pasang calon.

“Saya selalu sampaikan bahwa polarisasi bangsa yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir harus kita akhiri. Polarisasi di masyarakat sangat tidak produktif dan menurunkan kualitas kita sebagai bangsa yang beradab dan beretika. Polarisasi juga mengoyak persatuan dan kesatuan bangsa,” papar dia.

Selain itu, ambang batas juga menjadi pintu masuk bagi Oligarki ekonomi untuk ikut membiayai proses Pilpres yang mahal. Hal inilah yang kemudian menyandera Presiden dan Wakil Presiden terpilih dalam mengambil kebijakan dan mewujudkan janji kampanye.

“Siapapun capres dan cawapres tahun 2024, selama Oligarki ekonomi terlibat membiayai, maka akan sulit untuk mewujudkan janji-janji kampanyenya. Sudah menjadi watak Oligarki ekonomi, apalagi yang sudah menyatu dengan Oligarki politik, untuk menyandera kekuasaan dan memaksa kebijakan negara berpihak kepada kepentingan mereka,” ucapnya lagi.

Baca Juga :  LaNyalla: Dalam Konsep Pancasila, Perekonomian untuk Kesejahteraan Rakyat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari DETIKIndonesia.co.id. Mari bergabung di Channel Telegram "DETIKIndonesia.co.id", caranya klik link https://t.me/detikindonesia, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Tim
Editor : Muhamad Fiqram
Sumber : Lanyalla Center

Berita Terkait

Jelang Peringatan HUT RI Ke-79, Pemkot Tidore Gelar Rapat Teknis
Tinjau Pemusatan Atlet Muaythai untuk PON Aceh-Sumut, Ketua DPD RI Optimis Kontingen Jatim Pertahankan Juara Umum
Polres Langkat Gelar Operasi Patuh 2024, Ini Jadwalnya
Joe Biden Sebut Terlalu Dini Pastikan Penembakan Trump Sebagai Upaya Pembunuhan
Calon Presiden Amerika Donald Trump Ditembak Saat Berpidato di Pennsylvania
Terima Kunjungan OJK Sulut, Pemkot Tidore Dukung Program OJK
Bunda PAUD Kota Tidore Kepulauan Resmikan PAUD Terpadu Mujahidin
Fachrul Razi Kembangkan Aplikasi Digital Untuk Mahasiswa Politeknik Kutaraja Banda Aceh

Berita Terkait

Minggu, 14 Juli 2024 - 18:39 WIB

Joe Biden Sebut Terlalu Dini Pastikan Penembakan Trump Sebagai Upaya Pembunuhan

Minggu, 2 Juni 2024 - 20:52 WIB

Semakin Memanas, Biden Izinkan Penembakan Rudal Amerika ke Rusia

Minggu, 26 Mei 2024 - 19:24 WIB

Breaking News: Roket Al Qassam Bombardir Israel

Selasa, 21 Mei 2024 - 14:15 WIB

Soal Konflik di Gaza, Joe Biden: Bukan Genosida!

Selasa, 21 Mei 2024 - 14:08 WIB

Joe Biden Tolak Keputusan ICC Keluarkan Surat Penangkapan PM Israel Netanyahu

Senin, 18 Maret 2024 - 15:51 WIB

Vladimir Putin Menang Telak di Pemilu Rusia

Selasa, 5 Maret 2024 - 07:50 WIB

Di Masa Agresi ke Palestina, Menteri Israel Sebut Bulan Ramadan Harus ‘Dihapus’

Sabtu, 24 Februari 2024 - 13:35 WIB

Erdogan Beri Ucapan Selamat Kepada Prabowo Lewat Surat

Berita Terbaru

Sepakbola

Kalahkan Inggris 2-1, Spanyol Juara Euro 2024

Senin, 15 Jul 2024 - 06:14 WIB

Daerah

Polres Langkat Gelar Operasi Patuh 2024, Ini Jadwalnya

Minggu, 14 Jul 2024 - 19:24 WIB

tajukflores