Generasi Unggul Indonesia Mengantarkan Peradaban Indonesia Unggul dan Maju Sejajar Negara Adidaya

Rabu, 6 September 2023 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Tody Ardiansyah Prabu – Praktisi Hukum / Aktifis Alumni FH Univ Trisakti ( Mantan Ketua HMI Cab Jakarta Barat 2009 & Mantan Ketua Kom FH Univ Trisakti)

Generasi menuju 1 abad Indonesia merdeka

Generasi unggul adalah generasi kreatif dan inovatif. Mereka mesti terampil kerja teknis disertai kualitas kepemimpinan dan keterampilan manajerial

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata unggul memiliki dua arti yaitu sebagai kata sifat yang berarti “lebih tinggi” (pandai, baik, cakap, kuat, awet, dsb) daripada yang lain-lain; utama (terbaik, terutama), dan 2) sebagai kata kerja yang menunjukkan “menang”.

Hari ini kita menyaksikan munculnya generasi baru pascareformasi yang akan mengantarkan Indonesia memasuki 100 tahun kemerdekaan, yang diharapkan menandai abad emas. Untuk ini diperlukan imajinasi dan peta jalan yang visioner dan operasional agar langkah dan prosesnya terjaga dan terukur untuk meraih Indonesia Emas. Saya kira Indonesia memiliki putra-putri bangsa yang hebat berkat pendidikan yang mereka peroleh baik di dalam maupun di luar negeri.

Manusia Unggul Menurut Islam :

Manusia unggul menurut naskah AM (Anis Al Mutaqqin) adalah Pertama, orang yang mampu menyelaraskan antara zikir dan fikir. Kedua, orang yang mampu menyeimbangkan antara ilmu dan amal shalih. Ketiga, adalah orang yang melandasi amalnya dengan hati yang ikhlas.

Al-Qur’an memberikan banyak perhatian terhadap makna kekuatan. Ada 42 kali padanan kata yang bermakna sebagai kekuatan. Menurutnya, banyaknya penyebutan pesan bagi umat muslim untuk hidup sebagai manusia unggul dan berkualitas. “Maka orang yang kuat, orang yang berkualitas itu adalah orang yang mentalnya kuat dan fisiknya juga kuat.

Kata yang bermakna kekuatan seringkali dipadankan dengan makna kemampuan menjalankan tugas seperti sifat keperkasaan Allah (Qawiyun Aziz), sifat malaikat (Syadidul Quwwah), sifat para nabi (Qawiyun Amin) dan lain sebagainya. Mengutip kisah Thalut, bahwa Al-Qur’an dan hadis banyak mengutamakan seorang muslim yang memiliki kekuatan fisik dan ilmu. “Mukmin yang kuat dalam pemahaman saya adalah yang visioner. Karena dengan memiliki visi yang kuat, memiliki daya juang yang tinggi. Selain kekuatan mental, fisik dan ilmu juga harus kuat, unggul dan berkualitas dalam bidang ekonomi.

Sebagaimana hadist berbunyi, “Sesungguhnya, jika engkau tinggalkan pewaris-pewarismu dalam keadaan mampu, lebih baik daripada mereka dalam keadaan kurang mampu, menadahkan telapak tangan kepada sesama manusia,” (HR Bukhari Muslim).

Manusia adalah makhluk penuh potensi dan terbaik (ahsanu taqwiim). Potensi kemampuan berpikir menjadi makhluk terbaik dan mulia. Bahkan lebih mulia dari para malaikat. Dengan akalnya, bisa menundukkan alam semesta (taskhiir). Di sisi lain, manusia memiliki kelemahan (dhu’f) yang dapat terjatuh ke dalam kehinaan yang terendah (asfala saafiliin). Bahkan lebih buruk dari hewan (kal-an’aam bal hum adholl).

Manusia unggul menurut Al-Qur’an adalah manusia yang berwawasan iqra’, yaitu secara terus menerus mampu mengembangkan pemikiran dan wawasan untuk tujuan memahami rahasia ciptaan Allah (khalq). Sehingga mampu mengenal alam dunia dan akherat. Manusia uggul dalam pandangan Al-Quran bercirikan “ulul albab”.

Manusia ulul albab adalah manusia yang mampu mengombinasikan antara ketajaman hati dan kecermelangan akal. Manusia unggul, digambarkan dalam Al-Qur’an sebagai berikut: “Yaitu mereka yang mengingat Allah (dzikir) dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring (di setiap saat dan keadaan). Dan mereka yang berpikir tentang penciptaan langit dan bumi”.

Manusia ulul albab sebagai cendekiawan dalam pijakan spiritual, yaitu maju ilmu pengetahuan tanpa kehilangan spiritual, bercirikan kesalehan. Yaitu manusia yang dalam hidupnya selalu menghadirkan nilai-nilai keselahan (kebajikan) dalam keadaan bagaimanapun selalu menghadirkan kemaslahatan bagi orang lain.

Ketika kata iman tanpa kesalehan, patut disangsikan keimanannya. Kesalehan yang Khaer yaitu kesalehan mentalitas juga Ma’ruf yaitu kesalehan telah tertransformasi ke dalam prilaku yang membudaya. Artinya, kebaikan itu telah menjadi kultur yang tak terpisahkan dari karakter manusia. Lalu menjadi Ihsan, yaitu karakter atau budaya kebaikan tadi terbangun karena kesadaran hati (lillahi). Menjadi manusia yang shaleh, yaitu memiliki kebajikan yang mencakup semuanya.

Pandangan Islam tentang menjadikan anak kita sebagai generasi yang kuat. Ada pepatah Arab yang sudah akrab di telinga, “Pemuda kita saat ini adalah tokoh-tokoh di masa yang akan datang”. Mempersiapkan anak kita menjadi generasi yang kuat tentu saja akan mempengaruhi potret Islam di Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya. Kekhawatiran terhadap dampak munculnya generasi tidak kuat atau lemah di masa yang akan datang bahkan menjadi tema pembicaraan, yaitu firman Allah SWT:

Baca Juga :  Kongklomerasi dan Dikuburnya Hidup-hidup Demokrasi di Indonesia

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.” (Q.S. al-Nisa’ [4]: 9).

Penerapannya harus dilakukan secara benar, adil, dan akurat, serta disesuaikan dengan konteks.

Apa strategi yang ditawarkan Nabi Muhammad Saw. untuk mengantisipasi kekhawatiran di atas. Ada tiga, “Ajari anak-anak lelakimu berenang dan memanah, dan ajari menggunakan alat pemintal untuk wanita.” (H.R. Al-Baihaqi). “Berenang” adalah simbol kekuatan fisik, skill, menguasai medan, dan pengetahuan. “Memanah” adalah simbol keakurasian, fokus, tepat sasaran, konsentrasi, dan sumber daya. “Memintal” simbol menyusun strategi, merapikan yang berantakan, mampu menyelesaikan masalah.

Pada zaman terdahulu, banyak pemuda Islam yang kuat karakter Islami. Generasi muda yang berkarakter tercantum dalam Al Qur’an surah Ali Imron ayat 139

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kalian orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.”

Ayat diatas tentang larangan bersikap lemah dan bersedih hati. Pemuda Islam harus menjadi tangguh, siap mengemban berbagai tugas mulia. oleh karena itu perlu penanaman mental keberanian sejak masa kanak-kanak. Berbagai macam sifat yang baik harus selalu diceritakan pada anak-anak kaum muslimin. Yaitu generasi yang memiliki keimanan kuat secara Aqidah dan Aqliyah. Hal tersebut senantiasa membentuk pandangan dan sikap (nafsiyah) didasarkan pada keimanannya kepada Islam.

Bonus Demografi Indonesia 2045

Indonesia sebagai * Negara Besar * harus punya roadmap jelas dalam langkah strategis geostrategis dan geopolitic yang mana indonesia sebagai negara yang memiliki banyak kepulauan dan memiliki selat jalur perairan laut yang strategis yang mana dilintasi perdagangan yg padat di dunia , Sumber Daya Alam yang indah dan Kaya dengan bonus demografi penduduk yang produktif, Muslim terbanyak di dunia dapat terwujudnya menjadi Trend Role Model / Teladan Terbaik Negara Demokrasi disegani Dunia dangan menentukan arah perjalanan ekonomi dunia
Bonus demografi dapat bermanfaat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi merupakan instrumen yang sangat baik dalam mengurangi tingkat kemiskinan. Dengan kata lain, bonus demografi yang dimanfaatkan dengan optimal akan mengurangi kemiskinan dengan signifikan Tanpa adanya sistem dan persiapan matang, manfaat bonus demografi tidak akan memberikan dampak positif apapun.

Pada tahun 2045, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yaitu jumlah penduduk Indonesia 70%-nya dalam usia produktif (15-64 tahun), sedangkan sisanya 30% merupakan penduduk yang tidak produktif (usia dibawah 14 tahun dan diatas 65 tahun) pada periode tahun 2020-2045.

Indonesia genap berusia 100 tahun alias satu abad Indonesia. Inilah yang menjadi salah satu alasan munculnya ide, wacana, dan gagasan Generasi Emas 2045.

Jika bonus demografi ini tidak dimanfaatkan dengan baik akan membawa dampak buruk terutama masalah sosial seperti kemiskinan, kesehatan yang rendah, pengangguran, dan tingkat kriminalitas yang tinggi. Melihat dari fakta yang akan dihadapi Indonesia tersebut bonus demografi memang tidak bisa dihindari.

Generasi Masa Depan Indonesia
Generasi yang cerdas dan mau menerima perubahan harus diterapkan sejak dini menuju impian Indonesia menjadi generasi emas 2045 :

1.Memiliki kecerdasan yang komprehensif, yakni produktif, inovatif

2.Damai dalam interaksi sosialnya, dan berkarakter yang kuat

3.Sehat, menyehatkan dalam interaksi alamnya, dan

4.Berperadaban unggul

Upaya apa yang dilakukan oleh pemerintah dalam menghadapi bonus demografi?
Untuk menghadapi bonus demografi :
1.Memiliki keahlian sesuai kebutuhan industri modern baik itu hulu dan hilirisasi.
2.Menjadi mencetak dan membina wirausahawan.
3.Menguasai teknologi terkini.
4.Pahami potensi diri / menyiapakan generasi generasi emas yang unggul.
5. Melakukan pengembangan ilmu pengetahuan riset disupport totalitas anggaran besar oleh pemerintah pusat , daerah maupun CSR Swasta.

6. Melakukan program beasiswa pendidikan sekolah sampai kuliah, pertukaran pelajar dan mahasiswa antar universitas2 dipenjuru dunia.
7. Menyiapkan pengajar – pengajar terbaik dan kurikulum Nasional Pendidikan yang layak digunakan pada situasi zaman apapun karena pendidikan merupakan usaha dan terencana yang akan mewujudkan proses pembelajaran agar peserta didik aktif dan kreatif dalam mengembangkan jati dirinya, kecerdasan, dan berakhlak mulia.generasi sebagai tonggak estafet perlu dilumuri dengan nilai_ nilai karakter yang terprogram dan sistematis dan terintegrasi pada pembelajaran baik luar ataupun dalam kelas. Kemudian karakter juga tergambar tentunya pada kurikulum yakni di standar proses, standar isi, penilaian dan kelulusan.
8. Penguatan Nilai Nilai Agama Sedini Mungkin kepada Generasi Muda. Peran serta keluarga sangat andil dalam memberikan ,menanamkan nilai nilai agama dan budi pekerti kepada anak anaknya. Maupun peran serta tokoh tokoh agama.

Baca Juga :  Menjaga Kepentingan Publik Di Penyiaran TV/RADIO

9. Pemerintah memberikan apresiasi masa depan lebih baik kepada para ilmuan ilmuan yang beprestasi memiliki karya di dalam maupun diluar negeri agar mereka lebih semangat dalam kemajuan pengembangan ilmu pengetahuan didalam negeri.

10. Intelektual Indonesia yang sedang menempuh belajar dan setelah lulus kuliah di luar negeri agar dipetakan oleh negara melalui kementerian pendidikan , kementerian luar negeri untuk di berikan karpet merah oleh Presiden RI untuk pulang ke indonesia dengan kepastian diberikan kesempatan besar dalam mengembangkan ilmu pengetahuan , transfer ilmu pengetahuan, menjadi para pendidik ilmuwan , para teknokrat dalam berperan aktif membangun mengelola kekayaan negeri di indonesia seluas – luasnya demi membangun Kejayaan Indonesia ( Make Indonesia Great ) .

11. Anggaran Pendidikan 20% dr Apbn kurang lebih sebesar 600 T Goalnya kemana arah pendidikan Indonesia ?? Agar di jabarkan secara jelas kepada rakyat ?? Apakah pemerintah bisa Menjamin pendidikan gratis menempuh sekolah sampai kuliah gratis di kampus kampus negeri , agar rakyat menikmati pendidikan gratis untuk menyiapkan Generasi menuju 1 abad Indonesia merdeka.

12. Sektor anggaran pendidikan yang sangat penting perlu di awasi langsung oleh presiden dan aparat penegak hukum agar tidak terjadi penyalahgunaan anggaran dan transparan anggaran pendidikan dipergunakan tepat sasaran di seluruh nusantara.

13. Dana Stunting agar Di awasi langsung presiden dan aparat hukum agar tepat sasaran sampai kepada anak anak indonesia ini merupakan menyelamatkan generasi masa depan indonesia mulai dipetakan terukur sistemik. Stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak.

Tragedi G30S Menghapus Satu Generasi Intelektual Indonesia ???
Apakah Hampir semua penerima beasiswa negara yang kuliah di luar negeri saat G30S terjadi tak bisa pulang ke Indonesia.Mereka dipaksa mengutuk Soekarno lewat secarik surat pernyataan ??? ( sumber vice.com )

Reformasi China 40 Tahun Berjalan: Mampukah China Tumbuh?

Merujuk China membangun dalam negeri selama 4 dasawarsa ( 40 tahun ), china berhasil mengentaskan kemiskinan , membuat China menjadi negara kekuatan Ekonomi terbesar ke 2 dunia.

selama 40 tahun terakhir China telah berhasil membangun ekonominya. Padahal, pada 1949 saat Republik Rakyat China pertama kali didirikan oleh Mao Tse Tung, China masih merupakan negara miskin yang masih bergantung pada sektor pertanian. Sebagai negara yang berideologi sama dengan Rusia, China pun ditawari Rusia untuk difasilitasi infrastruktur teknologi dan industri untuk mengembangkan diri. “Tapi pada saat itu, Mao Tse Tung bersikeras bahwa China bisa membangun sendiri. Akhirnya, dari sana China membangun sektor industri, tidak peduli seberapa mahalnya.
Meski didera kesulitan ekonomi, China berhasil mengubah identitasnya menjadi negara industri. Prestasi ini semakin diperkuat ketika 30 tahun yang lalu, China mulai membuka diri dengan dibukanya Bursa Efek China. Momentum inilah yang membuat China mampu meningkatkan laju pertumbuhan ekonominya hingga sekarang. “Saat ini, China punya semua sektor industri. China mengimpor bahan mentah dari beberapa negara termasuk Indonesia, diolah dan jadikan produk, lalu kita ekspor kembali.

Cepatnya laju pertumbuhan di negaranya juga disebabkan tingginya tingkat kompetisi yang dilakukan. Kompetisi ini bukan hanya antar masyarakat China, tapi juga dengan orang asing. Saat ini, banyak orang asing semisal dari Eropa dan Amerika yang sedang belajar bahasa Mandarin di China. “Mereka belajar bahasa China karena mereka harus tahu seperti apa China itu, bagaimana bahasa dan budayanya.

Baca Juga :  Wajibkah Ketua MK Anwar Usman Mundur Setelah Menikah Dengan Adik Presiden Jokowi?

China merupakan perekonomian terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS). Tiongkok juga merupakan mesin pertumbuhan utama di Asia karena besarnya peran mereka dalam menyerap ekspor negara-negara Asia, termasuk Indonesia. “China menyerap seperempat ekspor Asia.

Suksesi Indonesia 2024 :

Tentunya pemerintah ( capres cawapres terpilih nanti di 2024 memiliki visi misi berkelanjutan visioner ) dan para anggota legislatif dpr ri terpilih di 2024 agar menjadikan generasi masa depan unggul dengan potensi bonus demograsi indonesia yg produktif hal ini menjadi prioritas utama mendorong mengambil kebijakan langkah – langkah program strategis yang sistemik untuk mempersiapkan Indonesia Unggul dam Maju di abad Modernisasi yg terus berkembang Maju mau kemana arah Indonesia saat ini dan masa depan??

Dalam sejarahnya dulu, pemuda Indonesia memegang peran penting dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui organisasi pergerakan, ide dan gagasan mereka. Kalau Dream Warriors masih ingat sejarah kolonialisme Belanda di Indonesia, lahirnya gerakan pemuda Indonesia berawal dari kebijakan politik etis yang menyadarkan orang-orang pribumi terhadap nasionalisme. Momen ini yang menjadi titik awal semangat para pemuda untuk bersatu memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Kemerdekaan sudah kita rasakan dan sekarang kita memasuki era globalisasi dimana serba keterbukaan informasi dan kemudahan akses teknologi. Hal ini menciptakan mobilitas tinggi dan interaksi tanpa batas jarak, waktu maupun negara. Beda zaman, beda pula tantangan yang dihadapi oleh Indonesia. Kalau dulu para pahlawan kita memberantas penjajah dan memperjuangkan kemerdekaan. Kini tantangan yang dihadapi pemuda bervariasi. Mulai dari derasnya arus informasi, daya saing tenaga kerja yang ketat, hingga kemajuan teknologi yang bisa menggantikan manusia.

Ini yang menjadi tugas kita para pemuda untuk bisa menghadapi tantangan tersebut dengan melanjutkan semangat mimpi para pahlawan dalam memajukan dan menjaga persatuan Indonesia. Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan:

1. Tingkatkan literasi.

Kalau dilihat dari riset World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity 2016 lalu, Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara. Padahal, dari segi infrastuktur untuk mendukung membaca, peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa. Selain buku, kemudahan teknologi seperti buku online seharusnya bisa dimanfaatkan oleh anak muda untuk mulai membiasakan membaca. Percaya deh membaca literasi atau buku setiap hari bisa menambah wawasanmu dan merangsang kemampuan verbal serta kreativitas. Kalau masih susah memulainya, pilih buku yang sederhana seperti novel genre favoritmu.

2. Terbuka dalam menerima berbagai pemikiran dan pengalaman baru

3. Berkontribusi memajukan Indonesia dengan menjadi relawan.

Sekarang banyak local heroes, komunitas maupun organisasi non profit yang sudah bergerak memberikan solusi bagi isu sosial di Indonesia, mulai dari pendidikan, lingkungan hingga kemanusiaan. Kamu bisa ikut serta menjadi relawan dalam kegiatan sosial yang ada di daerahmu san sesuai dengan minatmu. Mulai dari mengajar anak-anak kurang mampu, menjadi pendamping untuk orang dengan masalah kejiwaan, hingga aksi sapu pantai.

4. Mendukung produk lokal Indonesia

Cara lain memajukan Indonesia adalah dengan membeli dan menggunakan produk lokal sebagai bentuk dukungan untuk usaha kecil menengah (UKM). Para pengusaha produk lokal ini juga bagian dari roda perekonomian di Indonesia. Penggunaan produk lokal perlahan juga membantu mendongkrak nilai mata uang Rupiah.

5. Menjadi pengguna Internet dan media sosial yang baik.

Kemudahan mengakses internet dan konten yang kita buat maupun terima kadang bisa berdampak positif dan negatif. Kita sebagai generasi penerus harus bijak dalam memanfaatkan media sosial, mulai dari membuat konten, menyebarkan hingga menanggapi konten yang diterima. Kamu bisa memanfaatkan media sosial dan internet untuk berkarya atau tukar pikiran maupun informasi positif. Jangan sampai media sosial menjadi saran untuk menjatuhkan satu sama lain atau menyebarkan informasi hoax ya. Intinya jika kita menggunakannya secara positif, kita juga akan merasakan manfaat positifnya.

Bersambung….

Semoga Allah Swt Meridhoi Perjuangan Para Pemimpin Indonesia untuk mengantarkan Peradaban Indonesia Yang Lebih Baik.
Rakyat Indonesia membutuhkan sosok Figur yang Membumi dekat dengan rakyat, dan Menggetarkan Dunia sebagai Macan Dunia

Salam Perjuangan , Merdeka !!! Yakin Usaha Sampai*

”wallahu a’lam bishawab”.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari DETIKIndonesia.co.id. Mari bergabung di Channel Telegram "DETIKIndonesia.co.id", caranya klik link https://t.me/detikindonesia, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Tody Ardiansyah Prabu
Editor : Yuli
Sumber :

Berita Terkait

Laki-Laki Lani dan Koteka Kobewak
Pemimpin Rohani Harus Memiliki Hati Seorang Bapa
Agama Melenyapkan Kepercayaan Asli Papua
Nahkoda DPD Wujudkan Demokrasi Bermartabat
Melawan Pikiran Negatif
Fransiscus Go dalam Survey Calon Gubernur NTT
Jodoh Maluku Utara Adalah Taufik Madjid
Anak Indonesia, Harapan Peradaban Dunia “Menyambut Bonus Demografi 2045”

Berita Terkait

Sabtu, 8 Juni 2024 - 22:42 WIB

Berpeluang Didukung PDIP, Anies: Sebuah Kehormatan yang Luar Biasa

Sabtu, 8 Juni 2024 - 22:36 WIB

Usai Diusung Maju Pilkada Jabar, Ilham Akbar Habibie Singgung Histori Keluarga

Jumat, 7 Juni 2024 - 21:14 WIB

Hasil Sidang Isbat: Idul Adha Jatuh Pada Senin 17 Juni 2024

Jumat, 7 Juni 2024 - 20:53 WIB

Gerindra Resmi Usung Pasangan Khofifah-Emil Dardak di Pilgub Jatim 2024

Kamis, 6 Juni 2024 - 21:14 WIB

Menteri Basuki Sebut Tapera Berpeluang Diundur Jika Ada Usulan dari DPR-MPR

Kamis, 6 Juni 2024 - 21:08 WIB

Korupsi Semakin Marak, PDIP Dorong Revisi UU KPK

Kamis, 6 Juni 2024 - 20:38 WIB

Dihadapan Alumni Trisakti, Menkopolhukam Dukung Transformasi Kelembagaan Trisakti

Kamis, 6 Juni 2024 - 13:34 WIB

Ketua DPD RI Nilai Penyesalan Amien Rais Terkait Amandemen 1999-2002 adalah Momentum Percepat Wujudkan Visi Prabowo untuk Kembali ke Pancasila

Berita Terbaru