LaNyalla: Salah Sistem dan Salah Urus, Penyebab Ketergantungan Indonesia pada Negara Lain

Selasa, 11 Oktober 2022 - 22:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DETIKINDONESIA.CO.ID, SINGAPURA – Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengatakan dependensi Indonesia pada ketersediaan lapangan pekerjaan di luar negeri merupakan akibat dari salah sistem dan salah urus dalam penyelenggaraan negara.

“Masalah besar di negeri kita adalah krisis keadilan. Kalau saja negara kita dijalankan secara adil dan benar, maka tidak perlu warga Indonesia merantau ke negara lain untuk mencari nafkah,” ucap Lanyalla dalam acara tatap muka dengan komunitas diaspora Indonesia di Kedutaan Besar RI di Singapura, Selasa (11/10/2022).

Ditegaskannya, jika negara Indonesia dijalankan sesuai konstitusi asli, maka bangsa ini mampu menyediakan lapangan kerja bagi rakyatnya. Sehingga tidak perlu lagi ada diaspora Indonesia dan juga para pekerja migran di berbagai negara lain.

“Fakta hari ini menunjukkan bahwa banyaknya TKI di luar negeri dianggap sebagai keberhasilan, karena ada jargon semu yang menghibur mereka sebagai pahlawan devisa,” kata LaNyalla dalam pertemuan yang dihadiri perwakilan dari 26 organisasi profesi, termasuk para pengusaha Indonesia, komunitas mahasiswa dan pimpinan KBRI Singapura.

“Tapi di balik jargon pelipur lara itu sebetulnya yang terjadi adalah kita belum berdaulat dalam penyediaan lapangan pekerjaan yang layak di negeri sendiri, karena masih tinggi ketergantungan kita pada peluang pekerjaan di negara lain,” tambahnya.

Padahal, lanjut LaNyalla, Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan sumber daya alam. Ironisnya, kekayaan sumber daya alam itu tidak paralel dengan kesejahteraan rakyat.

Baca Juga :  Bisa Berefek Domino, LaNyalla Minta Kenaikan Harga Pertalite Dipertimbangkan

“Negerinya kaya, rakyatnya banyak yang masih miskin,” kata LaNyalla.

Penyebab dari kondisi paradoksal tersebut, menurut LaNyalla, adalah karena salah sistem dan salah urus. Salah sistem, karena dilanggengkannya sistem oligarki politik dan oligarki ekonomi yang terus menyengsarakan rakyat. Tapi para penikmat oligarki terus bersikap defensif dan menghalangi berbagai upaya pencarian keadilan dan upaya perbaikan sistem ketatanegaraan kita.

“Salah urus, karena banyak pengambil keputusan tingkat tinggi di bidang politik dan ekonomi di negeri kita ternyata bukanlah putra-putri terbaik bangsa. Karena bukannya merit system yang dipakai melainkan transaksi politik-ekonomi yang dijadikan tradisi,” tegasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari DETIKIndonesia.co.id. Mari bergabung di Channel Telegram "DETIKIndonesia.co.id", caranya klik link https://t.me/detikindonesia, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Tim
Editor : Admin
Sumber : Lanyallacenter

Berita Terkait

Gunakan DD Tahun Angaran 2024 Pemdes Sumatinggi Sukses Salurkan Bantuan Ke Sejumlah warga
Memperingati Harlah Pancasila, MPC PP Halsel Gendeng Kodim 1509/Labuha dan Polres Gelar Bakti Sosial 
Cegah Stunting, Masyarakat Desa Pematang Tengah Gencarkan Tanaman Hidroponik
Berkeinginan Besar Eka Dahliani Usman Siap Mengabdikan Diri Untuk Halsel
Calon Bupati Halmahera Selatan Hj Eka Dahliani Usman Miliki Darah Ngofakiyaha dan Peleri
Mantan Gubernur Babel Diperiksa Kejagung Terkait Kasus Korupsi PT. Timah
Harita Nickel Tambah Dua Entitas Baru untuk Keberlanjutan dan Efisiensi Operasional
SBGN Kota Ternate Gugat Kredit Plus Ke Tiga Kalinya Terkait PHK

Berita Terkait

Sabtu, 25 Mei 2024 - 19:22 WIB

Masuk Bursa Cagub Sumatra Barat, Ahok Tunggu Hasil Rakernas PDIP

Sabtu, 25 Mei 2024 - 16:04 WIB

PDIP Resmi Tunjuk Adian Napitupulu Jadi Ketua Tim Pemenangan Pilkada 2024

Sabtu, 25 Mei 2024 - 15:55 WIB

Prabowo Ubah Nama Program Makan Siang Gratis Jadi Makan Bergizi Gratis, Ini Alasannya

Jumat, 24 Mei 2024 - 21:01 WIB

Sinyal Megawati Ingin Puan Jadi Ketum PDIP

Jumat, 24 Mei 2024 - 15:02 WIB

Soal Tak Undang Jokowi, Djarot: Kader Langgar Etika, Dia Bukan Keluarga

Jumat, 24 Mei 2024 - 14:53 WIB

Demokrat Pertimbangkan Sejumlah Nama untuk Pilkada Jakarta, Anies Tak Masuk Radar

Jumat, 24 Mei 2024 - 13:10 WIB

PDIP Tak Undang Jokowi dan Gibran di Rakernas V, Ini Alasannya!

Jumat, 24 Mei 2024 - 10:59 WIB

PKS Sebut Masih Akan Bahas Soal Pencalonan Anies di Pilgub Jakarta

Berita Terbaru