Pemimpin Rohani Harus Memiliki Hati Seorang Bapa

Kamis, 30 Mei 2024 - 15:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Sepi Wanimbo – Wakil Ketua Umum BPP IPMI

“Tidak terlalu penting siapa yang melahirkan Anda secara daging, tetapi yang terpenting adalah siapa yang membesarkan Anda dengan kasih sayang” Ev. Nus Weya.

Hati seorang bapa harus miliki oleh pelayan – pelayan rohani. Seorang bapa yang baik sedikit pun tidak pernah memiliki hati bahwa anak – anaknya tumbuh menjadi anak tidak bodoh, anak yang nakal, anak yang melarat, anak yang tidak terhormat dalam lingkungan sosial, anak yang hanya camat sekolah Taman Kanak – Kanak atau Sekolah Dasar. Tidak pernah juga terhadap dan menginginkan anak – anaknya menempuh pendidikan yang tidak berkualitas, pekerjaannya biasa – biasa saja, tidak dihargai dilingkungan sosial, tidak ingin anaknya hidup dalam kemiskinan, dan tidakengharapkan pelayanan anaknya tidak diberkati Tuhan. Ungkapan ini cukup mewakili dari sejumlah keinginan dan harapan seorang bapa yang baik terhadap anak – anaknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sampin itu, hanya seorang bapa yang tidak baik saja yang menginginkan anak – anaknya bodoh, tidak terpandang dalam lingkungan sosial, hidupnya melarat, tidak peduli dengan masa depan anak – anaknya.

Pemimpin – pemimpin rohani harus melahirkan anak – anaknya rohani yang berkualitas disegala bidang. Utamanya adalah pelayan – pelayan Tuhan dalam gereja. Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Jiwa – jiwa yang terhilang lebih banyak dari pada jiwa – jiwa yang datang ke gereja. Diperlukan pemimpin rohani yang memiliki hati seorang bapa untuk melahirkan anak – anak rohani yang memiliki karakter rohani yang kuat.

Pemimpin – pemimpin rohani yang tidak memiliki hati seorang bapa kebanyakan mereka tidak dapat melahirkan pelayan – pelayan Tuhan yang berkwalitas, karena sering menggunting anak – anak rohaninya. Mereka tidak ingin anak – anak rohaninya melebihi dari dia. Perlu diingat bahwa pelayanan rohani bukan panggung politik untuk saling mengkritik, saling menjatuhkan hamba Tuhan yang satu dengan hamba Tuhan yang lain. Tetapi pelayanan rohani adalah karunia rohani untuk mengungkapkan nilai – nilai kekal di dunia ini kepada jiwa – jiwa yang terhilang bagi Yesus.

Baca Juga :  Wajibkah Ketua MK Anwar Usman Mundur Setelah Menikah Dengan Adik Presiden Jokowi?

Dengan demikian penting sekali pemimpin rohani harus memiliki hati seorang bapa, supaya ketika menemukan ada anggota jemaat yang muncul dengan karunia – karunia rohani yang luar biasa melalui buah pelayanan Anda kemudian Anda tidak menjatuhkan dia. Tugas Anda ketika ada anggota jemaat yang Tuhan munculkan adalah mengarahkan dia lebih hebat, lebih luar biasa, lebih berapi – api lagi untuk menjangkau jiwa – jiwa yang terhilang bagi Yesus. Bukanengkritik dia untuk menjatuhkan dia. Lebih fatal lagi kalau Anda merasa tersaingi oleh kehadiran dia dalam jemaat yang Anda pimpin dan mulai singkirkan dia dengan cara yang halus seperti tidak lagi memberi dia kesempatan untuk melayani.

Pemimpin model ini tidak berkualitas. Pemimpin yang berkualitas adalah melahirkan kader – kader, lebih luar biasa dari dirinya. Jangan merasa tersaingi jika ada anak – anak rohani yang Tuhan pakai lebih hebat dari Anda di dalam jemaat lokal yang Anda pimpin. Ketahuilah bahwa dia adalah aset rohani untuk mengembangkan gereja yang Anda pimpin. Hanya orang yang tidak memiliki hati seorang bapa saja dapat memandang anak rohani yang luar biasa tersebut sebagai ancamannya.

Orang yang memiliki hati seorang bapa tidak akan merasa tersaingi ketika anak – anak rohaninya muncul lebih hebat, lebih pintar, lebih berpengaruh dari dia. Sebaliknya sebagai seorang bapa akan memberikan ruang yang lebih besar kepada anak – anak rohaninya untuk meningkatkan pengalaman pelayanan rohani mereka dalam ladang pekerjaan Tuhan..

Baca Juga :  Dialah Sosok Anas Urbaningrum, Habis Gelap Terbitlah Terang Untuk Indonesia Maju

Ingat ketika Anda mberi ruang lebih kepada anak – anak rohani Anda untuk mereka lebih berkembang, maka Anda akan menemukan bahwa seakan – akan mereka lebih berlengaruh, seakan – akan jemaat lebih mendengar mereka dari pada Anda. Pada Posisi ini Anda akan merasa bahwa merekalah yang lebih hebat sedangkan Anda tidak.

Sangat berbahaya kalau Anda tidak memiliki hati seorang bapa, karena sebagai pemimpin rohani pada sebuah anak – anak rohani Anda. Di butuhkan pada sisi ini Anda harus berjiwa besar untuk menerima anak – anak rohani Anda mereka lebih maju. Yang harus Anda lakukan adalah bergeraklah memajukan gereja lokal yang Anda pimpin dengan berada bersama – sama mereka sebagai sebuah tim pelayanan. Jika gereja yang Anda pimpin semakin maju dari segi kualitas dan jumlah, bimbinglah anak – anak rohani Anda untuk membuka cabang supaya gereja yang Anda pimpin dapat menjadi berkat di tempat – tempat yang lain juga.

Akhir zaman ini ladang telah menguning, tetapi pekerja – pekerja sedikit. Dibutuhkan pekerja – pekerja yang lebih banyak lagi untuk menuai. Untuk itu pemimpin rohani harus tahu bahwa gembala tidak dapat melahirkan domba, demikian juga sebaliknya domba tidak dapat melahirkan gembala. Hukumnya adalah domba melahirkan domba dan gembala melahirkan gembala.

Domba – domba atau jiwa yang Tuhan percayakan Anda gembalakan harus Anda tuntut mereka di rumput yang hijau. Dan Anda harus melahirkan pekerja – pekerja Kristus lebih banyak lagi untuk membantu memperlebar Kerajaan Allah bersama – sama dengan Anda. Untuk itu diperlukan Anda memiliki hati seorang bapa, jika tidak sulit Anda mrlahirkan pekerja – pekerja Kristus buat kepentingan Kerajaan Allah. Umumnya pemimpin – pemimpin rohani yang tidak memiliki hati seorang bapa akan melahirkan orang – orang yanh setuju dengan kepentingan mengamankan aset pelayanan mereka.

Baca Juga :  Orang Asli Papua Menjadi Tuan di Tanahnya Sendiri

Syarat supaya seorang pemimpin rohani dapat mengaderkan pelayan – pelayan Tuhan yang baru dan berkwalitas untuk tuaian yang lebih besar bagi kepentingan kerajaan Allah adalah pemimpin rohani harus memiliki hati seorang bapa. Bukan mencari orang – orang dapat cocok dengan semua keinginan seperti yang ada di mata Anda. Selama Anda mencari aman dengan merangkul orang – orang yang cocok di mata Anda dan menyingkirkan orang – oranb potensial dalam gereja karena Anda menganggap itu ancaman untuk pelayanan yanb Anda pimpin, maka jangan berharap ada pertumbuhan jemaat lokal yang Anda pimpin.

Sebagai orang bapa tidak boleh ada pilih kasih kepada jemaat yang Anda pimpin. Pilih kasih adalah penyakit seoranng pelayan – pelayan Tuhan. Terkadang jemaat yang kurang mampu secara materi kebanyakkan mereka mendapatkan respek yang kurang hangat daro pelayan – pelayan Tuhan dibandingkan dengan mereka yang berada secara materi. Disinilah kemunafikan pelayan – pelayan Tuhan. Mereka disini lain senang menyampaikan khotbahnya dengan keadaan jemaat yang miskin. Tetapi dalam praktik, sikapnya lebih menaruh respek kepada mereka yang berada secara materi.

Kebanyakan pemimpin rohani yang khotbah – khotbahnya mengkondisikan jemaat untuk hidup miskin sering beralasan bahwa Tuhan Yesus dalam pelayanannya tidak pernah memiliki apa – apa. Tetapi ketika ada jemaat yang termasuk kategori terhormat dan berada secara materi di dalam gereja, maka pendetanya sering berlaku munafik dengan khotbah – khotbahnya. Harusnya menaru respek yang sama terhadap orang – orang miskin sesuai dengan khotbah – khotbahnya. Kenyataan kadang – kadang berbanding terbalik seratus delapan puluh derajat dengan kata – kata dalam khotbanya. Sangat menyedihkan kalau Anda pilih kasih dalam memberikan respek yang mana antara yang kaya dan miskin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari DETIKIndonesia.co.id. Mari bergabung di Channel Telegram "DETIKIndonesia.co.id", caranya klik link https://t.me/detikindonesia, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis :
Editor :
Sumber :

Berita Terkait

Laki-Laki Lani dan Koteka Kobewak
Agama Melenyapkan Kepercayaan Asli Papua
Nahkoda DPD Wujudkan Demokrasi Bermartabat
Melawan Pikiran Negatif
Fransiscus Go dalam Survey Calon Gubernur NTT
Jodoh Maluku Utara Adalah Taufik Madjid
Anak Indonesia, Harapan Peradaban Dunia “Menyambut Bonus Demografi 2045”
Jangan Permainkan Suara Rakyat Papua

Berita Terkait

Sabtu, 8 Juni 2024 - 22:42 WIB

Berpeluang Didukung PDIP, Anies: Sebuah Kehormatan yang Luar Biasa

Sabtu, 8 Juni 2024 - 22:36 WIB

Usai Diusung Maju Pilkada Jabar, Ilham Akbar Habibie Singgung Histori Keluarga

Jumat, 7 Juni 2024 - 21:14 WIB

Hasil Sidang Isbat: Idul Adha Jatuh Pada Senin 17 Juni 2024

Jumat, 7 Juni 2024 - 20:53 WIB

Gerindra Resmi Usung Pasangan Khofifah-Emil Dardak di Pilgub Jatim 2024

Kamis, 6 Juni 2024 - 21:14 WIB

Menteri Basuki Sebut Tapera Berpeluang Diundur Jika Ada Usulan dari DPR-MPR

Kamis, 6 Juni 2024 - 21:08 WIB

Korupsi Semakin Marak, PDIP Dorong Revisi UU KPK

Kamis, 6 Juni 2024 - 20:38 WIB

Dihadapan Alumni Trisakti, Menkopolhukam Dukung Transformasi Kelembagaan Trisakti

Kamis, 6 Juni 2024 - 13:34 WIB

Ketua DPD RI Nilai Penyesalan Amien Rais Terkait Amandemen 1999-2002 adalah Momentum Percepat Wujudkan Visi Prabowo untuk Kembali ke Pancasila

Berita Terbaru