Teraju

Catatan Kritis Muktamar 48 Muhammadiyah 17-20 November 2022 di Solo; Muhammadiyah Perlu Darah Segar

Oleh: Muhammad Mufti Mubarok (Dirut Sang Surya Corporindo) 

Ada dua penyataan yang menarik dari mantan Ketum PP Muhammadiyah Dien Samsuddin dan Amien Rais. Dien Syamsudin mengatakan Muhammadiyah perlu darah segar, darah segar ini bisa dimaknai darah segar pengurusnya baru dan penyegara program kerjanya. Sementara Amien Rais melarang memilih kader Muhammadiyah yang dekat dengan istana/kekuasaan, karena selama ini Muhammadiyah selalu menjadi pendukung pemerintah, banyak kader kader muhammdiyah yang di beri jatah dengan menjadi komisaris BUMN dan jabatan jabatan kekuasaaan. Sehingga muhammadiyah kurang berani kritis.

Dua penyataan kedua tokoh besar Muhammadiyah ini sebenarnya mengingatkan kepada Muhammadiyah untuk perlunya kaderisasi atau tampilnya wajah wajah baru dan lebih mandiri dan independent serta tetap menjaga jarak dengan oligraki yang jangka pendek dan kepentingan pribadi pribadi kader kader Muda Muhammadiyah.

Baca Juga :  Saatnya Pemuda Diberi Kesempatan Menciptakan Peradaban Politik

Selama 10 tahun terakhir ini regenerasi di Muhammadiyah berjalan cukup lambat, muktamar 48 ini pun masih didominasi dari wajah wajah lama dengan dominasi poros Yogyakarta dan Jakarta atau poros priyayi dan poros progresif, bahkan yang menjadi 13 formatur hanya nantinya juga dari kalangan kalangan priyanyi , PNS yang sudah pensiunan, boleh di bilang sudah sebagian besar kakek kakek dan di Aisyiah juga sudah sebagai besar nenek nenek.

1 2 3 4 5 6Laman berikutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Check Also
Close