Pemerintahan

Natalius Pigai: Menuju 2024 Kegagalan Pemerintah RI

DETIKINDONESIA.CO.ID, JAKARTA- Tokoh Papua dan Aktivis HAM Natalius Pigai kembali mengkritik pemerintahan Joko Widodo dan Kroninya Menko Maritim dan Investasi RI Ruhut Binsar Panjaitan, Hari ini, Selasa (19/1/2022) lewat rilis yang dibagikan.

Menurut Pigai bahwa Berkawan ke Perusahaan Multi Nasional, namun gagal tata 1000 Peti tambang ilegal bumi putra. Tukas Natalius.

Ia menilai Indonesia sebagai negara produsen dan pengekspor bahan-bahan tambang seperti Batubara, Timah, Bauksit, Nikel, Tembaga, maupun Emas, terdapat fakta bahwa Indonesia juga tempat yang ramai dengan kegiatan pertambangan rakyat skala kecil yang masih dikenal sebagai PETI (Pertambangan Tanpa Izin). Ujar Natalius Pigai.

Sambung Pigai, bahkan Luhut gagal revitalisasi kegiatan pertambangan rakyat yang sebagian telah berusia ratusan tahun tersebut dianggap merugikan negara karena statusnya yang tanpa izin, tidak membayar royalti, menyebabkan keresahan sosial dan merusak lingkungan. Jumlah mereka mencapai lebih dari 1.000 lokasi di berbagai daerah di Indonesia, dan kegiatan mereka menjadi gantungan hidup bagi sekitar 2 juta warga Indonesia. Tegas Aktivis HAM dari Papua ini.

Baca Juga :  Anies Baswedan Dinobatkan Sebagai Gubernur Terpopuler dan Berpengaruh Tahun 2021
Penulis : Tim
Editor : Harris
Sumber :
1 2Laman berikutnya
Tetap terhubung dengan kami:
Rekomendasi untuk Anda
Komentar:

Komentar menjadi tanggung jawab Anda sesuai UU ITE

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Rekomendasi untuk Anda