Di Ponpes Hidayatullah, LaNyalla Tegaskan Ulama Harus Ikut Tentukan Arah Perjalanan Bangsa

Sabtu, 15 Januari 2022 - 20:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DETIKINDONESIA.CO.ID, BALIKPAPAN – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menegaskan ulama harus ikut menentukan arah perjalanan bangsa. Hal itu disampaikan LaNyalla dalam Kuliah Umum di Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Hidayatullah, Komplek Pondok Pesantren Hidayatullah, Balikpapan, Sabtu (15/1/2022).

“Para ulama dan tokoh agama adalah representasi dari negarawan dan seorang negarawan tidak berpikir next election, tetapi berpikir next generation,” ujar dia.

Pentingnya ulama dan tokoh agama berperan karena LaNyalla mengaku prihatin melihat perjalanan sistem tata negara bangsa setelah dilakukan amandemen Konstitusi pada tahun 1999 hingga 2002 silam. Sejak saat itu, kedaulatan rakyat sudah tidak memiliki wadah yang utuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dulu sebelum dilakukan amandemen, kedaulatan rakyat ada di Lembaga Tertinggi Negara, yaitu MPR RI yang terdiri dari partai politik melalui anggota DPR, Utusan Daerah yang merupakan wakil-wakil daerah dari Sabang sampai
Merauke dan unsur Utusan Golongan yang adalah wakil dari beragam golongan di masyarakat, termasuk dari ulama dan tokoh agama,” katanya.

Baca Juga :  LaNyalla: Pasal 33 UUD 1945 Ayat 1, 2 dan 3, Adalah Blue Print Welfare State

Dijelaskan LaNyalla, sejak amandemen 20 tahun yang lalu, Utusan Daerah dan Utusan Golongan dihapus. Presiden dipilih langsung. Sampai kepala daerah juga dipilih langsung. Utusan Daerah dan Utusan Golongan diganti dengan Dewan Perwakilan Daerah.

“Tetapi DPD RI tidak memiliki kewenangan yang sama dengan Utusan Daerah dan Utusan Golongan. Sejak amandemen itu, partai politik menjadi satu-satunya penentu wajah dan arah perjalanan bangsa ini. Karena hanya partai politik yang bisa mengajukan dan menentukan calon presiden yang seharusnya dipilih oleh rakyat,” ulas LaNyalla.

Oleh karena itu, LaNyalla mengajak publik untuk memikirkan masa depan Indonesia agar lebih baik, agar lebih cepat untuk dapat mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca Juga :  Ketua DPD RI Minta Pemerintah Tertibkan Pengiriman Tenaga Kerja Migran Ilegal

“Kita harus berani melakukan koreksi. Dimana penentu wajah dan arah perjalanan bangsa ini tidak boleh kita serahkan tunggal kepada partai politik. Sebab, negara ini ada karena adanya rakyat. Dan tidak semua rakyat adalah anggota partai politik,” beber LaNyalla.

Pada acara dengan tema ‘Sumbangsih Pondok Pesantren Dalam Lahirnya NKRI’, LaNyalla juga menjelaskan sebelum kemerdekaan, pondok pesantren adalah prototype dari masyarakat madani atau komunitas civil society.

Di era itu, pondok pesantren tidak hidup dari dana atau santunan yang diberikan penjajah. Tetapi hidup mandiri dari cocok tanam dengan semangat gotong royong santri dan masyarakat sekitar.

“Pondok pesantren juga sekaligus menjadi solusi bagi masyarakat sekitar. Ada yang sakit, minta doa ke kiai. Ada yang tidak punya beras, datang ke pondok pesantren. Ada yang punya masalah, minta nasehat kiai dan seterusnya,” kata dia.

Baca Juga :  Dukung Kemnaker Atur Perlindungan Ojol, LaNyalla: Lindungi Hajat Hidup Orang Banyak

Peran para ulama dan kiai pengasuh pondok pesantren saat itu juga tidak bisa dihapus dari sejarah kemerdekaan Indonesia.

“Termasuk peran para ulama dan kiai se-Nusantara dalam memberikan pendapat dan masukan kepada Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, yang kemudian menjadi
Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia,” paparnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari DETIKIndonesia.co.id. Mari bergabung di Channel Telegram "DETIKIndonesia.co.id", caranya klik link https://t.me/detikindonesia, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Tim
Editor : Harris
Sumber :

Berita Terkait

Temui Ketua Komisi II DPR RI, Eki Pitung beri Rekomendasi Perubahan UU 29 Tahun 2007
Dukung UUD 45 Naskah Asli, Eki Pitung Berikan Peci Merah pada LaNyalla
Fachrul Razi Kembali Terpilih Sebagai Ketua Komite I DPD RI Tahun 2023-2024
Silaturahmi Raja dan Sultan, Tuntut MPR Kembali Sebagai Lembaga Tertinggi Negara
Tingkatkan Semangat Petani Sula, Alien Mus: Saya Sudah Berjumpa Dengan Investor
Resmi Mendaftar di KPU Kepsul, Gerindra Target Panen Kursi Pemilu 2024
Bantu Kesulitan Warga, Safrin Gailea Bagikan Beras di Bulan Ramadan
Bentuk Diskriminasi, Senator Asal Papua Barat M.Sanusi Rahaningmas Minta Edaran Buka Bersama Ditidakan Segera Dibatalkan

Berita Terkait

Sabtu, 25 Mei 2024 - 19:35 WIB

Lepas Calon Jamaah Haji Papua Barat Daya, Ini Pesan Pj Gubernur Musa’ad

Jumat, 24 Mei 2024 - 20:46 WIB

Hari Ini 38 Calon Jemaah Haji Kaimana Sudah Berangkat ke Makassar

Jumat, 24 Mei 2024 - 17:50 WIB

Bangunan Jembatan di PTPN II Langkat, Dialihkan Berdasarkan Adendum

Jumat, 24 Mei 2024 - 17:50 WIB

Hari Jadi ke -77 Desa Baru Pasar VIII, Wisata Keluarga ‘Kerangan Land’ Resmi Dibuka

Jumat, 24 Mei 2024 - 17:49 WIB

HJ Eka Dahliani Usman Silaturahmi Dengan Ketua Tim Desk Pilkada Nasional DPP PKB

Jumat, 24 Mei 2024 - 15:47 WIB

Jelang Pilkada, Bupati Freddy Thie Harap Masyarakat Jaga Persatuan

Jumat, 24 Mei 2024 - 15:18 WIB

Resmi Lepas Calon Jamaah Haji Kaimana, Freddy Thie Titip Do’a Agar Pilkada Kaimana Berjalan Aman

Jumat, 24 Mei 2024 - 10:45 WIB

Samaun Dahlan Sebut Ada 6 Kandidat Calon Wakil Bupati yang Akan Mendampinginya

Berita Terbaru

Sumber Foto : Liputan6.com

Transportasi

Tips Liburan Idul Adha di Jakarta

Senin, 27 Mei 2024 - 10:05 WIB

Berita

Polda Jabar: DPO Kasus Vina Cirebon Hanya Tersangka Pegi

Minggu, 26 Mei 2024 - 21:09 WIB

Internasional

Breaking News: Roket Al Qassam Bombardir Israel

Minggu, 26 Mei 2024 - 19:24 WIB

Sepakbola

Tekuk Man City 2-1, Man United Juara FA Cup Ke-13 Kalinya

Minggu, 26 Mei 2024 - 19:12 WIB