Hukum & Kriminal

Tak Terima Menggunakan Dokumen yang Diduga Palsu, Dominikus Bersama Pengacaranya Ambil Langkah Hukum

DETIKINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Terkait adanya Laporan Polisi nomor, STTLP/95/VI/RES.7.4/2019 dengan terlapor atas nama Damianus Maksi Mela alias Maksi Mela, Susana Soi dan Ch. Karmel Betang, atas dugaan tindak pidana pemalsuan surat.

Untuk itulah Novianus Martin Bau yang merupakan kuasa hukum dari pelapor Dominikus Yohanis Nahak, berdasarkan surat kuasa dari Martha Olo yang merupakan ibu kandung dari pelapor, membuka laporan kepolisian pada Senin, (13/6/2022) Pukul 14.00 WIB.

Bersama kliennya Joni Nahak (pelapor) yang merupakan cucu dari pewaris yang bertempat di Kantor Hukum Martin & Rekan, Sawangan, Depok, memberi tahu adanya bukti tambahan. Dengan adanya beberapa bukti yang diduga palsu, namun digunakan pada Gugatan Perdata sebagai bukti. Jelas ini perbuatan pidana.

Baca Juga :  Yan Christian Warinussy Minta Kejaksaan Mentuntaskan Kasus Korupsi KPU Fakfak

Atas hal tersebut, klien kami sudah membuat Laporan di Polres Belu pada Bulan Juni 2019, dan sudah dalam proses sidik. Akan tetapi pada bulan april 2022, keluar surat SP3 dari Polres Belu dengan alasan Kurang Bukti. Dengan demikian Pelapor besama kuasa hukumnya telah mengajukan Permohonan Perlindungan Hukum dan Permohonan Gelar Perkara Kasus kepada Kapolri agar dilakukan gelar di Mabes Polri.

Penulis : Tim
Editor : Michael
Sumber :
1 2 3Laman berikutnya
Tetap terhubung dengan kami:
Rekomendasi untuk Anda
Komentar:

Komentar menjadi tanggung jawab Anda sesuai UU ITE

Michael Yusuf

I Can See U But U Can't See Me

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Rekomendasi untuk Anda